Cari Blog Ini

Sabtu, 27 Oktober 2012

IDUL ADHA

Salah satu hari raya umat Islam yaitu Idul adha. Pada Idul Adha ada kebiasaan menyembelih hewan kurban dan itu sudah termasuk hukum Islam. Yang terpenting kita bisa merasakan berbagi kepada sesama.

Malam sebelumnya aku ada dirumah temenku. Lah, trus gak takbiran? Takbiran lah, tapi males kalau bareng sama bocah-bocah nakal. Bocah-bocah biasanya gangguin aku, ngelitikin aku, aku gak suka dikelitikin karena aku akan berteriak. Latah maksudnya? Beda lah, aku cuman sedikit gak 4L4Y kayak yang kalian harapkan. Jam 9 aku pulang dan ke musholla. Tiga jam kemudian barulah yang ditunggu-tunggu datang. Makan, itu yang ditunggu-tunggu. Bukan soal makanannya, tapi jarang-jarang makan bareng sama temen dan tetangga. Habis makan langsung pulang karena esoknya tugas berat sudah menunggu.

Keesokan harinya, hari raya yang seperti biasa. Yang menyenangkan adalah karena aku libur sekolah. Meskipun libur sekolah ada edaran yang menyuruh aku sholat di sekolah. Tapi aku gak dateng. Bukan cuman sekali, tapi dari SMP aku gak pernah sholat Ied di sekolahku. Menurutku Kalau kita sudah divonis libur ya gak usah nurutin kewajiban. Bukan berarti aku melanggar, aku hanya pengen menikmati hari liburku, toh meskipun aku libur aku masih harus menjalankan tugas. aku juga ikut remus(remaja musholla), namanya AMAL(Angkatan Muda AL - FIRDAUS). gak etis kalau aku ninggalin tugas, takutnya nanti gak ada yang bere-beres di lapangan.

Seusai sholat Ied aku langsung membereskan tali tampar untuk saf. Lalu ikut bantuin orang-orang menyembelih hewan kurban. Nah, hal berat adalah dimana aku harus ikut membersihkan jasad hewan-hewan tersebut. Meskipun aku ikut bantuin, jujur aku gak suka daging. Bukan gak suka semuanya, hayna kalau di buat dendeng baru aku suka. Waktu bersihin aku juga harus nahan diri, loh kenapa? secara aku gak suka sama begituan, harus nahan rasa mual yang ada diperut. Percaya deh rasanya kayak mau muntah tapi gak boleh dikeluarin. Hal yang seru terjadi saat aku membagikan daging kurban. Aku dan dua temenku naik becak untuk membagikanya. nah, waktu diturun-turunan becaknya jomplang karena keberatan beban yang di depan. Untungnya daging-daging pada gak jatuh

Selesai tugasku, langsung menghadap komputer dan chattingan sama Si Dia. Capek? Gak lah, kan udah diobati.

Rabu, 24 Oktober 2012

BIODATA

Rifqi Adhitama F.(disingkat karena tidak sesuai dengan perilakunya), itu namaku. Lahir di Probolinggo pada bulan April.


Aku hidup dikeluarga yang kekurangan, maksudnya kekurangan kasih sayang. Tapi aku terus mencoba mencari kasih sayang. Nah, untungnya aku punya cewek yang bisa ngajarin aku tentang kasih sayang. Siapa namanya? Dia pasti tersenyum kok kalau lihat postingan ini. 

Dikeluargaku aku paling dekat dengan adik sepupuku daripada adik  kandungku. Adik sepupu laki-laki bernama Muhammad Ardhi Hanifan dan yang perempuan bernama Safira Hanifa yang sekarang tinggal di Jakarta. Ardhi atau biasa ku panggil Gendut, dia anaknya lucu, gak mudah marah dan yang jelas dia suka makan. Aku suka ganggu dia, soalnya dia sendiri gak pernah ganggu aku. Paling parah aku ngerjainnya sampek dia nangis gara-gara aku bo'ongin dia kalau daun kamboja itu manis. Tapi akhir-akhirnya aku juga yang sial, dia minta permen ke aku. Kalau Hani dia satu-satunya adik yang paling deket sama aku, sampai-sampai mau milih cowok aja minta pertimbangan ke aku(emang aku mahoo apa?). Mas Mega, kakak cowok yang paling aku kagumi, karena dia bisa mandiri sejak dia masih di SMP. Sama Tante aku juga deket, malah sama omku sendiri, aku dianggap adiknya.



Hobiku bersepeda dan shuffle. Tapi disebabkan udah jarang olahraga jadinya sekarang males buat ngayuh sepeda. Tentang shuffle, aku masih amatiraan dan  tergabung dalam Origin Probolinggo Shufler.

Sekolah di SMA Negeri 4 Probolinggo, berada di jurusan IPS(Solaris Knights). Eits, jangan remehkan anak IPS dulu. IPS tempatnya anak-anak berjiwa solidaritas tinggi. Misal, aku sekolah gak usah bawa uang saku, tapi kalau waktu istirahat dan teman-teman pada jajan semua, kemungkinan besar mereka akan menawariku. Tapi gak semua sih, ada juga yang suka nyimpen jajannya. "Pelit", bukan, mereka hanya kurang dermawan aja. Sebelumnya aku ada di kelas X.6. Disana aku belajar banyak hal, contoh : kesabaran, tidak ada gengsi, dan yang terpenting waktu itu aku tahu kalau aku bisa jatuh cinta. Butuh kesabaran yang lebih untuk mendapatkan cinta itu, 1 tahun. Tapi aku gak akan dapet cinta itu tanpa teman-temanku, temanku selalu menyemangati aku, terutama Bima dan Wildan. Tapi yang utama kita harus menepati janji kita.

Kalau ngomongin soal jodoh, mungkin aku bisa termasuk ke dalam 7 manusia paling beruntung di daftar acara On The Spot. Soalnya kata temen-temenku aku berbanding terbalik sama cewekku. Eee, kok aku malah ngece diriku sendiri. Tapi kata cewekku aku itu cantik dan dia malah ngangap dirinya yang ganteng. Lanjut, cewekku mungkin bukan manusia. Trus apa? Sekali lagi yang bisa jawab cuman dia yang tau.



Cukup ini dulu deh, aku capek ngetiknya.